Kamis, 05 September 2013

PEPATAH JAWA "HIDUP DIDUNIA ITU IBARAT SINGGAH MINUM "..PENJABARAN ADA DI AL-QUR AN

Assalamualaikum..

Alhamdulillahirrobil alamin atas berkat rohmat Alloh yang maha kuasa..

Melihat judul yang ane pilih mungkin sedikit banyak yang protes dan bilang hanya ngepasin. Tapi ane release ini bukan untuk berfikir terlalu sempit untuk merujuk salah dan benar Namun mencoba mengarahkan statement yang sudah biasa kita dengar menjadi lebih berarti atau mempunyai arti. Mungkin dalam mengulas masalah ini ane salah ane mohon maaf dan mohon koreksi. Hanya saja niat untuk mencoba menelaah ilmu dari Alloh itu yang mendasari untuk berani ber-argumentasi. mudah-mudahan bermafaat...dan statement-statement yang sudah umum bisa kita arahkan menjadi sesuatu yang berguna dan dapat membantu dalah mengingatkan orang-orang untuk melakukan kebaikan..

OKE COY LANGSUNG AJA YO..

Jadi ceritanya tadi malam sehabis Isya seperti biasa membaca al quran sama artine..lha pas enak-enak baca, anak ane yang baru umur 5 bulan jail tuh alqur an yang mau dibaca direbut..mau dimakan dikira makanan kali..tak tenangin dulu. setelah tenang ane baca lagi eh direbut lagi. lha 2 kali rebut tuh al qur an buka dan ada bekas kucel akibat ulah anak ane. pas tak baca. ane sempat diam sejenak menemukan ayat al qur an yang menurut ane sepertinya bisa menmbah wawasan mengenai hidup didunia. dan ane inget-inget lagi omongon orang dahulu tentang hidup di dunia...

ini yang omongan orang tua zaman dulu :

"URIP NENG NDONYO MUNG MAMPIR NGOMBE" atau kalau diindonesiakan "hidup di dunia cuma singgah minum"..

trus neh yang ane temukan di al qur'an :

"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir. " (Al Qur'an surat Y√Ľnus ayat 24)

sekali lagi sebelum ane mencoba membahas tentang ayat ini. ane beranikan membahas karena ada perintahnya pada akhir ayat yaitu untuk berfikir. disni hanya membahas menurut ane dan mungkin hanya lapis paling luar..karena al qur an itu sendiri mempunya rahasia-rahasia baik secara lahir maupun batin.

ketika mendengar wasiat orang tua bahwa urip neng donyo mung mampir ngombe yang mampu ditangkap hanyalah hidup cuma sebentar ibarat orang singgah minum setelah selesai minum kemudian pergi lagi menuju ke tempat lain apalah itu...jadi kata kunci yang bisa kita ambil "hidup cuma sebentar"

saya kira suatu pemikiran yang dijadikan pedoman hidup itu tidak serta merta kita pahami hanya sekilas namun tentu saja ada arti yang lebih mendalam..sebelum kita compare antara omongan orang jawa dengan surat yunus ayat 24 sebelumnya kita coba uraikan ayat tersebut..

didalam al quran surat yunus ayat 24 menjelaskan hidup didunia itu ibarat air hujan yang diturunkan dari langit. menyuburkan tanaman yang dimakan manusia dan binatang ternak. namun setelah bumi itu sempurna beserta perhiasanya kebanyakan pemilik-pemiliknya mereka mengira mampu menguasainya..tapi dengan kekuasaan Alloh semua itu bisa tandus seperti tidak pernah tumbuh..kata kunci yang bisa kita ambil "hidup itu cuma menerima rohmat Alloh"

wasiat orang tua yang sudah umum mari kita arahkan menjadi sesuatu yang sesuai dengan Al qur an. saya kira cocok karena disini sama-sama mengibaratkan hidup dengan air. kalau yang di wasiat itu minum air didalam ayat juga terdapat hal yang sama yaitu manusia makan tanaman dibumi dan tanaman dibumi subur karena air hujan. kamudian dalam wasiat itu singgah minum kemana? tentu saja yang memiliki minum dan dalam hal ini yang dimaksud adalah Tuhan yang maha Esa. begitu juga  didalam al quran juga sama menerangkan bahwa yang menurunkan air hujan yaitu Tuhan yang Maha Esa. saya kira dalam hal ini cocok wasiat orang tua dengan yang di Al qur an.

pemahaman yang pertama cocok coba selanjutnya mengenai maksudnya..orang singgah minum itu dapat dipahami kalau lagi haus atau lagi butuh. dan pasti orang itu butuh minum agar hidup makanya kita kudu/harus tetap minta minum atau minta turunnya hujan rohmat dari Alloh. tetapi kebanyakan orang setelah selesai minum dan hilang dahaganya kemudian lupa berterimakasih atau bersyukur kepada pemberi minum. kenapa bisa lupa karena menganggap air yang diminum itu memang sudah ada dan untuk dirinya. tentu saja dengan sikap yang sombong seperti ini akan membuat pemberi air minum menjadi murka/marah. imbasnya orang yang singgah minum akan menjadi sulit sendiri dikarenakan tidak ada lagi yang memberi minum untuk mencukupi kebutuhanya..

jadi orang tua dahulu membuat perumpamaan yang mudah dan singkat. dengan wasiat kita hidup didunia suma singgah minum makan baiknya kita mneghormati dengan mematuhi perintah dan menjauhi larangan dari yang memberi minum. tujuanya agar pemberi minum tidak marah dan menmbahkan suguhan lainya karena sifat baik kita. dengan kata lain kata sederhana ini mengandung makna yang mendalam menyangkut :

1. ingat Alloh (pemberi minum) >> setiap saat kita membutuhkan Alloh
2. bersikap baik (sebagai tamu) >> hidup harus penuh kebaikan karena sejatinya kita tidak punya apa-apa
3. bersyukur (berterimkasih telah dijamu inya Alloh jamuan ditambah) >> dengan bersyukur makan nikmat akan ditambah
4. ingat adzab (tanpa terimakasih tentu saja kan membuat marah sang pemberi minum) >> dan yang kufur maka adzab yang menimpa

dengan penjelasan dari Alquran surat yunus 24 ane kira wasiat orang tua ini akan lebih berarti dibanding yang selama ini hanya kita pahami sekilas saja..

Oke sobat..saya kira ini saja bisa saya share..kalau ada kesalahan mohon maaf dan semoga menjadi bagian dari orang-orang yang selalu berfikir untuk kebaikan..

terimkasih

alhamdulillairobbila almin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar